Blog ini masih dalam tahap pengembangan
thumbnail

MAKALAH MEKANISASI PERTANIAN

Posted by Ryan Arianto on Sabtu, 21 September 2013


LAPORAN PRAKTIKUM


MEKANISASI PERTANIAN







Disusun Oleh

HAMZAH
1106111877




LABORATORIUM TEKNIK PERTANIAN
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
 UNIVERSITAS RIAU
2013









KATA PENGANTAR
Puji syukur saya sampaikan kepada Allah SWT karena dengan izin – Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas ini. Terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini.
Dalam ilmu pertanian sangat diperlukan ilmu tentang Teknologi atau Mekanisasi Pertanian, karena tanpa ilmu ini maka tak akan bisa memperbanyak tanaman secara generatif maupun vegetatif. Untuk itu Laporan praktikum  ini disusun untuk kita manfaatkan dengan semestinya dan bermanfaat untuk masa yang akan mendatang.
Demikian pengantar yang dapat saya sampaikan. Harapan saya makalah ini bisa bermanfaat bagi siapa saja yang menbacanya, terutama penyusun sendiri. Kesalahan dalam makalah ini bisa saja terjadi, maka harap dimaklumi. Sekian pengantar dari penyusun, mohon maaf jika ada kesalahan.
Wassalamualaikum Wr. Wb



Pekanbaru, 8 Mei 2013
        Hamzah






BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Instrumen pertanian bermesin pertama adalah mesin portabel di tahun 1800an, yaitu mesin uapyang bisa digunakan untuk mengendalikan instrumen mekanis pertanian.Sekitar tahun 1850, mesin penarik dikembangkan dari mesin tersebut, dan digunakan secara luas di pertanian.Traktor pertama adalah mesin bajak bermesin uap.
Di Inggris, Irlandia, Australia, India, Spanyol, Argentina, dan Jerman, kata "traktor" umumnya berarti "traktor pertanian", dan penggunaan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan lain sangat jarang. Di Kanada dan Amerika Serikat, kata "traktor" juga berarti truk semi-trailer.
Traktor bisa diklasifikasikan sebagai two wheel drivefour wheel drive, atau track tractor. Traktor, kecuali track tractor umumnya memiliki 4 roda dengan dua roda yang lebih besar di belakang atau keempat roda sama besar. Track tractor memiliki penggerak seperti tank yang membuatnya mampu bergerak di berbagai medan. Karena traksinya yang sangat hebat, track tractor menjadi populer di California pada tahun 1930an.
Traktor pada awalnya menggunakan mesin uap. Pada awal abad ke 20, mesin pembakaran dalammenjadi pilihan utama sumber tenaga traktor. Antara tahun 1900 hingga 1960, bensin menjadi bahan bakarutama, dan minyak tanah dan etanol sebagai alternatif bahan bakar. Dieselisasi mencapai puncaknya pada tahun 1960, dan traktor pertanian modern umumnya menggunakan mesin diesel yang memiliki output power antara 18 hingga 575 tenaga kuda (15-480 kW).
Kebanyakan traktor tua memakai transmisi manual. Traktor jenis ini memiliki beberapa rasio kecepatan, umumnya 3 hingga 6. Kecepatan rendah umumnya dipakai di lahan pertanian sedangkan kecepatan tinggi umumnya dipakai di jalan.
Tenaga yang diproduksi oleh mesin harus ditransmisikan ke peralatan yang diimplementasikan ke traktor untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan (menanam, memanen, membajak, dan sebagainya). Hal ini bisa dicapai dengan drawbar atau sistem sambungan.

1.1.Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
a.       Mengetahui apa itu traktor dan bagian penyusunnya serta fungsinya
b.      Mengetahui bagaimana cara menghidupkan dan menjalankan traktor
c.       Mengetahui tentang alat penyemprot
d.      Mengetahui bagaimana cara penggunaan alat penyemprot
e.       Mengetahui bagaimana cara mengolah lahan dengan traktor


1.2.Manfaat
Manfaatnya adalah sebagai berikut
-          Dapat mengetahui traktor dan bagian-bagiannya
-          Dapat menghidupkan dan menjalankan traktor
-          Dapat mengetahui tentang alat penyemprto dan cara penggunaannya
-          Dapat mengetahui cara pengolahan lahan menggunakan traktor


1.3.Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan ini adalah terdiri dari 6 BAB yaitu:
BAB I yang berisikan Latar belakang dan Tujuan
BAB II yang berisikan Teori Dasar
BAB III yang berisikan Alat dan Bahan
BAB IV yang berisikan Prosedur Kerja
BAB V yang berisikan Pembahasan
BAB VI yang berisikan Kesimpulan Saran

 BAB II
TEORI DASAR
            Traktor merupakan salah satu peralatan mekanisasi pertanian yang dapt digunakan sebagai sumber tenaga atau penggerak untuk menunjang operasi pertanian yang efektif, baik tenaga, waktu maupun biaya sehingga dapat meningkatkan kapasitas kerja, mengurangi biaya produksi, meningkatkan hasil pertanian serta mengurang kelelahan dan kebosanan dalam bekerja.
Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi padakecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau implemen yang digunakan dalam pertanian ataukonstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer.
Kata traktor diambil dari bahasa Latintrahere yang berarti "menarik". Ada juga yang mengatakan traktor merupakan gabungan dari kata traction motor, yaitu motor yang menarik. Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarikgerbong atau bajak, untuk menggantikan istilah "mesin penarik" (traction engine).




Konstruksi utama traktor yaitu:
Roda traktor bisa diberi pemberat untuk memperbesar traksi. Traktor juga diberi pemberat pada bagian depannya untuk menyeimbangkan traktor, terutama setelah dipasangkan implemen.
Jenis Traktor berdasarkan kegunaannya
a. General purpose tractor
Traktor ini dirancang untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat umum. Berdaya kecil sampai berdaya besar. Kedudukan poros roda relatif rendah.

b. Special purpose tractor
Jenis traktor ini dirancang untuk melaksanakan pekerjaan yang lebih khusus. Mudah dirangkai dengan peralatan yang khusus (misalnya dipasang alat/mesin pengolah tanah, pemeliharaan tanaman, permanent, untuk traktor khusus pertanian). Kedudukan poros roda (ground clearance) tinggi, jarak roda kiri dan kanan (wheel base) dapat diatur.

c. Industrial tractor
Traktor jenis ini dirancang khusus untuk keperluan industri atau kegiatan pembangunan. Kekhususannya antara lain ialah ukuran roda depan dan belakang sama atau hampir sama dan bergandan ganda. Kerana ukuran roda yang hampir sama, maka kemampuan tarik traktor besar.
d. Plantation tractor
Traktor jenis ini dirancang untuk dapat dengan mudah dan aman digunakan pada tanah yang banyak tanamannya. Dibuat dengan konstruksi pusat titik berat rendah sehingga dapat digunakan pada tanah yang mempunyai kemiringan tinggi. Berdaya besar dan dilengkapi dengan pelindung (atap)
e. Garden tractor
Disebut juga traktor kebun yang dirancang untuk pekerjaan-pekerjaan ringan (misalnya pertanian kecil atau pemangkas rumput). Mempunyai daya yang  relatif kecil.

Macam-Macam Traktor Pertanian
Traktor pertanian didefinisikan sebagai suatu kendaraan yang mempunyai daya penggerak sendiri, minimum mempunyai sebuah poros roda yang diracang untuk menarik serta menggerakkan alat/ mesin pertanian. Atas dasar bentuk dan ukuran traktor, maka traktor pertanian dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
A.    Traktor besar
Merupakan traktor yang mempunyai dua poros roda (beroda empat atau lebih), panjangnya berkisar 2650-3910 mm, lebar berkisar 1740-2010 mm dan dayanya bekisar 20-120 HP.
B.     Traktor mini
Merupakan traktor yang mempunyai dua poros roda (beroda empat). Traktor ini memiliki panjang bekisar 1790-2070 mm, lebar berkisar 995-1020 mm dan dayanya berkisar 12,5-20 HP.Pada elemennya traktor jenis ini digerakkan oleh motor diesel dua silinder atau lebih, mempunyai 6 kecepatan (versneling) maju dan 2 kecepatan mundur, yang dibedakan menjadi 4 macam kecepatan rendah (termasuk kecepatan mundur) dan 4 macam kecepatan tinggi (termasuk kecepatan mundur). Kecepatan kerja berkisar antara 0,94-4,79 km/jam dan kecepta transport antara 7,54-13,31 km/jam.
Traktor jenis ini sudah dilegkapi dengan PTO (power take off), three point hitch(tiga titikpenggandengan/system mounted). Pada umumnya konstruksi traktor mini tidak banyak berbeda dengan traktor besar, perbedaannya hanya pada dayanya saja
C.     Traktor tangan
Traktor tangan merupakan traktor yang hanya mempunyai sebuah poros roda (beroda dua). Traktor ini mempnyai panjang berkisar 1740-2290 mm, lebar berkisar 71-880 mm dan dayanya berkisar 6-10 HP. Sebagai daya penggerak utamanya menggunakan motor diesel silinder tunggal.
Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar yang pada umumnya motor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah, seperti bajak piring, garu piring. Berfungsi pula untuk
menggerakkan peralatan stasioner, seperti generator listrik, mesin pompa air, mesin penggilingan gabah(Nawawi, 2001).


Cara menggunakan Traktor
      1.      Menghidupkan motor. traktor yang menggunakan motor diesel dihidupkan dengan engkol. Mula – mula engkol dipasang pada poros engkol (crank Shaft). Setelah gas dibesarkan sedikit. Engkol diputar beberapa kali sampai putarannya cukup untuk menghidupakan motor. Sewaktu pemutaran, jangan lupa menarik alat penghilang kompresi (dekompresi level). Jika tidak, tidak akan dapat memutar engkol motor.

      2.      Memajukan traktor roda dua.  Traktor roda dua baru dapat maju setelah motor dihidupkan. Setelah itu periksalah apakah gigi / porsneling sudah netral dan kopling, jika tidak mungkin saja dapat menimbulkan kecelakaan. Disamping itu pada traktor terdapat alat yang dapat mengatur kecepatan rendah atau tinggi. Alat ini digunakan untuk menambah atau mengurangi kecepatan lajunya traktor juga untuk putaran garu/ cangkul putar.
      3.      Menghentikan traktor. Traktor dapat dihentikan cukup dengan menarik tongkat kopling kebelakang. Yaitu ke posisi “OFF”. Kalau dalam posisi “OFF” traktor belum berhenti , berarti penyetelan kopling tidak baik atau piringannya sudah aus. Setelah traktor berhenti, segera netralkan gigi kembali dan turunkan gas.

      4.      Membelokkan traktor. Membelokkan traktor sewaktu bekerja dilakukan dengan menggunakan steering clutch/ kopling pembelok kiri dan kanan. Sewaktu membelok jangan lupamenurunkan gas dan mengangkat sedikit bagian belakang traktor agar pembelokannya lebih mudah dilaksanakan. Hal ini perlu dilakukan terutama kalau bekerja ditanah yang lembek dan basah. Jika tidak ada kemungkinan traktor terbenam. Tekanlah kopling pembelok kiri bila hendak membelok kekiri dan tekanlah kopling kekanan kalau hendak membelok kekanan.

      5.      Memundurkan traktor. Kopling dalam posisi OFF setelah itu masukkan gigi ke gigi mundur R, kemudian lepaskan kopling pelan pelan dan gas jangan terlalu besar. Kalau kopling dilepaskan sekaligus maka kecelakan mungkin akan terjadi.

      6.      Menjalankan lurus kedepan. TRaktor harus dapat jalan lurus ke muka selama operasi. Kalau traktor jaln berbelok – belok. Maka akan menyulitkan pekerjaan selanjutnya dan memungkinkan traktor terbenam terutama jika tanahnya basah atau lembek. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat traktor dapat berjalan lurus kedepan yaitu :
a.      operator harus memandang lurus kedepan.
            b.      Peganglah pegangan traktor dengan tangan lentur dan tidak kaku.
c.       Jika traktor membelok ke kiri atau kekanan, tekanlah segera kopling pembelok kanan atau kiri.
d.      Kalau menggunakan ban karet usahakanlah agar tekanan angin ban kiri dan kanan sama.


BAB III
ALAT DAN BAHAN


3.1. Alat
            Pada umumnya alat yang digunakan dalam pengoperasian traktor terdiri dari perlengkapan traktor sendiri dan alat bantu dalam pelaksanaan teknis. Traktor adalah alat yang paling penting, baik itu traktor mini ataupun Hand Tractor karena traktor yang akan digunakan untuk membajak. Kemudian dibutuhkan meteran untuk panjang dan lebar lahan yang akan diolah. Dalam menghitung bahan bakar terpakai, kita akan membutuhkan gelas ukur volume 1000 ml. Ketika lahan sudah diukur berbentu persegi, maka kita akan membutuhkan kayu sebagai batas lahan.
            Untuk perlengkapan traktor, digunakan bajak singkal, namun setelah menggunakan bajak singkal, gunakanlah bajak garu atau rotari untuk menghancurkan bongkahan tanah hasil bajakan awal. Stop watch juga digunakan dalam praktikum untuk menghitung kecepatan traktor perjam.
Namun setelah selesai pengolahan lahan, cangkul akan digunakan untuk membuat bedengan tempat menanam kangkung.


3.2. Bahan
            Bahan yang dibutuhkan dalam praktikum adalah bahan bakar solar, air untuk mengisi karburator sebagai pendingin mesin dan Oli sebagai pelumas mesin. Saat masa tanam gunakanlah 500 gr benih kangkung dan air secukupnya untuk menyiram bedengan.






BAB IV
PROSEDUR KERJA


4.1. Prosedur Umum
           
1.          Menghidupkan motor.
              Traktor yang menggunakan motor diesel dihidupkan dengan engkol. Mula – mula engkol dipasang pada poros engkol (crank Shaft). Setelah gas dibesarkan sedikit. Engkol diputar beberapa kali sampai putarannya cukup untuk menghidupakan motor. Sewaktu pemutaran, jangan lupa menarik alat penghilang kompresi (dekompresi level). Jika tidak, tidak akan dapat memutar engkol motor. Lakukan pemanasan mesin selama ± 10 menit baru kemudian digunakan.

2.          Memajukan traktor roda dua.  
              Traktor roda dua baru dapat maju setelah motor dihidupkan. Setelah itu periksalah apakah gigi / porsneling sudah netral dan kopling, jika tidak mungkin saja dapat menimbulkan kecelakaan. Disamping itu pada traktor terdapat alat yang dapat mengatur kecepatan rendah atau tinggi. Alat ini digunakan untuk menambah atau mengurangi kecepatan lajunya traktor juga untuk putaran garu/ cangkul putar.
3.          Menghentikan traktor.


            Traktor dapat dihentikan cukup dengan menarik tongkat kopling kebelakang. Yaitu ke posisi “OFF”. Kalau dalam posisi “OFF” traktor belum berhenti , berarti penyetelan kopling tidak baik atau piringannya sudah aus. Setelah traktor berhenti, segera netralkan gigi kembali dan turunkan gas.
September 21, 2013
thumbnail

Makalah sistem terdistribusi

Posted by Ryan Arianto on



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan pesat teknologi informasi menyebabkan bertambahnya permintaan suatu sistem, baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak yang dapat digunakan dengan baik dan cepat.
    Permintaan yang terus bertambah ini tidak sebanding dengan kemampuan perangkat keras yang ada. Salah satu cara untuk mengatasi hal itu dibuat pengembangan di sisi perangkat lunak dengan membuat suatu sistem virtual di mana beberapa perangkat keras atau komputer dihubungkan dalam jaringan dan diatur oleh sebuah sistem operasi yang mengatur seluruh proses yang ada pada setiap komputer tersebut sehingga memungkinkan proses berjalan dengan cepat. Sistem operasi yang mengatur proses ini sering disebut sebagai sistem operasi terdistribusi.
    Sistem operasi terdistribusi ini sekarang menjadi trend, terutama untuk research yang kadang membutuhkan cpu yang sangat cepat untuk melakukan perhitungan yang sangat kompleks. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai sistem operasi terdistribusi, terutama untuk mengetahui apa dan bagaimana cara sistem ini bekerja.









1.2.Tujuan
            Supaya lebih tahu tentang apa yang dimaksud dengan system terdistribusi contoh system terdistribusi dsb.
1.3.Perumusan Masalah
            -Defenisi system terdistribusi
            - Alasan Sistem Terdistribusi
                - Karakteristik Sistem Terdistribusi
                - Tujuam Sistem Terdistribusi
                - Konsep P/K
                - Konsep P/L
                - Layered Protocol
                - Application Layer
            - RPC (Remote Procedure Call)
            - ROI (Remote Object Invocation)
















BAB II
PEMBAHASAN
A.SISTEM TERDISTRIBUSI
1.Defenisi system terdistribusi
Sistem terdistribusi merupakan sekumpulan prosesor yang tidak saling berbagi memori atau clock dan terhubung melalui jaringan komunikasi yang bervariasi, yaitu melalui Local Area Network atau pun melalui Wide Area Network dan dilengkapi dengan sistem software tedistribusi untuk membentuk fasilitas komputer terintegrasi. Proses dalam sistem terdistribusi dijalankan secara bersamaan (execute concurrently) dimana proses berinteraksi untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan yang sama dan mengkoordinasikan aktifitas dan pertukaran informasi yaitu pesan yang dikirim melalui jaringan komunikasi. Struktur sistem terdistribusi dapat dilihat dari gambar dibawah ini:
http://htmlimg3.scribdassets.com/2byxxetpq8tgyy6/images/2-5346bbb08d.jpg










Dalam sistem terdistribusi prosesor yang dimiliki bervariasi, dapat berupa small microprocessor,work station,mini computer, dan lain sebagainya. Sebenarnya ada beberapa hal mendasar yang membedakan antara jaringan komputer yang merupakan dasar dari konsep system terdistribusi dengan sistem terdistribusi itu sendiri yaitu komputer otonom yang secara eksplisit terlihat, sedangkan pada sistem terdistribusi komputer otonom transparan dan juga memiliki lebih banyak masalah dibanding dengan jaringan komputer. Ada beberapa contoh umum yang merupakan aplikasi dari sistem terdistribusi, diantaranya :

Ø  Internet, merupakan global jaringan interkoneksi komputer yang berkomunikasi melaluiIP (Internet Protocol)
Ø  Intranet, merupakan jaringan teradministrasi terpisah dengan batasan pada kebijakankeamanan local.




Ø  Mobile dan komputasi diberbagai tempat, laptop, PDA, mobile phone, printer, peralatanrumah, dll

Ø  World WideWeb (www), sistem untuk publikasi dan akses sumber daya dan layananmelalui Internet.

2.Alasan Sistem Terdistribusi
Ada empat alasan utama untuk membangun sistem terdistribusi, yaitu:

1.Resource Sharing Dalam sistem terdistribusi, situs-situs yang berbeda saling terhubung satu sama lain melalui jaringan sehingga situs yang satu dapat mengakses dan menggunakan sumber daya yang terdapat dalam situs lain. Misalnya,
user di situs A dapat menggunakan laser printer yang di miliki situs B dan sebaliknya user di situs B dapat mengakses file yang terdapat di situs A.

2.Computation Speedup Apabila sebuah komputasi dapat dipartisi menjadi beberapa sub komputasi yang berjalan bersamaan, maka sistem terdistribusi akan mendistribusikan sub komputasi tersebut kesitus-situs dalam sistem. Dengan demikian, hal ini meningkatkan kecepatan komputasi(computation speedup).

3.Reliability Dalam sistem terdistribusi, apabila sebuah situs mengalami kegagalan, maka situs yangtersisa dapat melanjutkan operasi yang sedang berjalan. Hal ini menyebabkan reliabilitas sistem menjadi lebih baik 

4.Communication Ketika banyak situs saling terhubung melalui jaringan komunikasi,user dari situs-situs yang berbeda mempunyai kesempatan untuk dapat bertukar informasi.Selain alasan-alasan utama diatas ada beberapa alasan lain untuk sistem terdistribusi.
Yaitu:

Ø  Distribusi fungsi Komputer memiliki kemampuan fungsi yang berbeda-beda (client/server, Host/terminal,Data gathering / data processing)
Ø  Distribusi beban/keseimbangan Pemberian tugas ke prosesor secukup nya sehingga unjuk kerja seluruh sistem teroptimasi

Ø  Replika KekuatanKumpulan PC memiliki kekuatan yang lebih besar dari super komputer 
Ø  Pemisahan Fisik Untuk kehandalan atau redundansi system.
Ø  Ekonomis Kumpulan mikroprosesor memberikan harga/unjuk kerja yang lebih baik dibandingkan dengan main frame.

3.Karakteristik Sistem Terdistribusi
     Karakteristik sistem terdistribusi adalah sebagai berikut:
1.Concurrency of components Pengaksesan suatu komponen/sumber daya (segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer, meliputi H/W dan S/W) secara bersamaan. Contoh: Beberapa pemakai browser  mengakses halaman web secara bersamaan
2.No global clock Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mensinkronkan waktu seluruh komputer/perangkat yang terlibat. Dapat berpengaruh pada pengiriman pesan/data, seperti saat beberapa proses berebut ingin masuk ke critical session.
3.Independent failures of components Setiap komponen/perangkat dapat mengalami kegagalan namun komponen/perangkat lain tetap berjalan dengan baik.

4.Tujuam Sistem Terdistribusi
Sistem terdistribusi dibangun untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai,diantaranya :
Ø  Untuk memberikan akses bagi pengguna untuk dapat mengembangkan sumber daya sistem.
Ø  Peningkatan kecepatan komputasi.
Ø  meningkatkan availibilitas atau ketersediaan dan reliabilitas data.

5.Konsep P/K 
5.1. Multiprosesor
Yaitu konsep dimana sebuah komputer dengan beberapa prosesor. Beberapa prosesor- prosesor tersebut mengakses memori yang sama sehingga konsep ini lebih sulit untuk dibuat,namun interkoneksi dari konsep multiprocessor ini lebih cepat.Ada dua bentuk multiprocessor yaitu :
Ø  Multiprosesor dengan Caching
http://htmlimg2.scribdassets.com/2byxxetpq8tgyy6/images/5-bb2b8debde.jpghttp://htmlimg2.scribdassets.com/2byxxetpq8tgyy6/images/5-bb2b8debde.jpg
Ø  Multiprosesor dengan Switch

6.2Multicomputer
Konsep ini merupakan konsep dimana beberapa PC terhubung dengan jaringan, yang mana setiap CPU memiliki memori sendiri-sendiri. Berbeda dengan konsep multi prosesor tadi,konsep ini lebih mudah dibangun, akan tetapi interkoneksinya lebih lambat. Gambar berikut menunjukkan multi computer berbasis switch Sistem multi computer yang paling banyak digunakan dalam sistem terdistribusi adalah sistem Multi computer Heterogen dimana sistem ini memiliki perbedaan, yaitu baik dari prosesor, memori, I/O bandwidth dan jaringan.

6.Konsep P/L
6.1.DOS (Distributed Operating System)
Merupakan sistem yang dapat memanajemen komputer-komputer dan membuat mereka tampak sebagai single komputer. Selain itu sistem ini pula dapat menjalankan proses di komputer lain tanpa mengetahui siapa yang meresponnya serta mengatur sumber daya pada sistem terdistribusi.
http://htmlimg3.scribdassets.com/2byxxetpq8tgyy6/images/6-b0a4409974.jpg
 















6.2.NOS (Network Operating System)
     NOS merupakan sistem dimana setiap host menjalankan sistem operasi untuk mengatur sumber daya yang dimilikinya termasuk mengakses sumber daya di jaringan. Untuk mengakses resource jaringan tersebut dengan menggunakan NFS (Network File System) serta Samba(implementasi protokol SMB di Win & Linux).
Selain itu dengan NOS maka Pengguna dapat mengakses suatu proses di komputer lain dengan login ke telnet/ssh.
http://htmlimg2.scribdassets.com/2byxxetpq8tgyy6/images/7-61a6f40d64.jpg
6.3.Middle ware
     Middleware ini Menyediakan transparensi terhadap keaneka ragaman plat form dimana proses dan objek pada sekumpulan mesin yang menerapkan protokol untuk aplikasi terdistribusi.Contoh dari middle ware di antaranya :
Ø  CORBA (OMG)
Ø  DCOM (Microsoft)
Ø  ODP (ITU-T/ISO)
Ø  Java Remote Method Invocation (Sun)

7.Layered Protocol
Model layer OSI (Open System Interconnection) merupakan model layer protocol yang dibuat oleh ISO (International Organization for Standar dization). OSI mengacu pada standar  pertukaran informasi diantara sistem-sistem yang terbuka yaitu sistem yang menerapkan standar OSI. Model Layer OSI dibagi dalam dua group: upper layer dan lower layer.
Upper layer fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada lower layer.
Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
http://htmlimg3.scribdassets.com/2byxxetpq8tgyy6/images/8-3d6d1236c6.jpg
 
8 Application Layer 
Ø  Application Layer Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggung jawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Contoh protocol aplikasi yang banyak digunakan: hypertext transfer protocol (HTTP) yang digunakan diworld wide web, file transfer protocol (FTP) untuk pengiriman file antar komputer,simple mail transfer protocol (SMTP) untuk email.
Ø  Presentation Layer Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
Ø  Session Layer Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut session.
Fungsi dari layer ini adalah:
1.Pengendalian dialog: memantau giliran pengiriman
2.Pengelolaan token: mencegah dua pihak untuk melakukan operasi yang sangat kritis dan penting secara bersamaan
3.Sinkronisasi: menandai bagian data yang belum terkirim sesaat crash pengiriman terjadi, sehingga pengiriman bisa dilanjutkan tepat ke bagian tersebut.
Ø  Transport Layer Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika end-to-end antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). Fungsinya antara lain: flow control, segmentation/desegmentation, dan error control. Contoh dari layer ini di antaranya: Transmission Control Protocol (TCP), User Data gram Protocol (UDP),Stream Control Transmission Protocol (SCTP).
Ø  Network Layer Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambilselama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk  paket. Contohnya adalah Internet Protocol (IP).
Ø  Data Link Layer Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan hardware kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan,mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. Layer ini Memiliki address secara fisik yang sudah di-kode-kan secara langsung ke network card pada saat pembuatan card tersebut (disebut MAC Address).
Contohnya
Ethernet,HDLC, Aloha, IEEE 802, LAN, FDDI.
Ø  Physical Layer Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar system. Fungsi utama dari layer ini adalah untuk menentukan:
1.Berapa volt untuk bit 1 dan 0.
2.Berapa nanoseconds bit dapat bertahan di saluran komunikasi.
3.kapan koneksi awal dibuat dan diputuskan ketika dua entiti selesai melakukan pertukaran data.
4.Jumlah pin yang digunakan oleh network connector dan fungsi dari setiap pin.Contoh dari dari layer ini diantaranya : token ring dan IEEE 802.

9.RPC (Remote Procedure Call)
  Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah server  membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu harus menghubungi port yang mana, client bisa me-request  kepada sebuah match maker pada sebuah RPC port yang tetap.
Matchmaker akan memberikan port apa yang digunakan oleh prosedur yang diminta client. RPC ini merupakan suatu protokol yang menyediakan suatu mekanisme komunikasi antar proses yang mengijinkan suatu program untuk  berjalan pada suatu komputer tanpa terasa adanya eksekusi kode pada sistem yang jauh (remotesystem).

9.1.Fitur RPC Fitur-fitur dalam RPC diantaranya :
Ø  Batching calls Fitur Batching calls mengijinkan client untuk mengirim message calls ke server dalam jumlah besar secara sequence ( berurutan ). Batching menggunakan protokol streaming byte seperti TCP / IP sebagai mediumnya. Pada saat melakukan batching, client tidak menunggu server untuk memberikan reply terhadap tiap messages yang dikirim, begitu pula dengan server yang tidak pernah mengirimkan messages reply.
Ø  Broadcasting Calls Fitur Broadcasting mengijinkan klien untuk mengirimkan paket data ke jaringan dan menunggu balasan dari network. FItur ini menggunakan protokol yang berbasiskan paket data seperti UDP/IP sebagai mediumnya. Broadcast RPC membutuhkan layanan port mapper RPC untuk mengimplementasikan
fungsinya.
Ø  Callback Procedures Fitur Callback Procedures mengijinkan server untuk bertindak sebagai klien dan melakukan RPC callback ke proses yang dijalankan oleh klien.
Ø  Menggunakan select Subrutin Fitur ini akan memeriksa deskripsi dari suatu file dan messages dalam antrian untuk melihat apakah mereka siap untuk dibaca (diterima) atau ditulis (dikirim), atau mereka
dalam kondisi ditahan sementara. Prosedur ini mengijinkan server untuk menginterupsisuatu aktivitas, memeriksa datanya, dan kemudian melanjutkan proses aktivitas tersebut.

9.2.Model dan Cara Kerja RPC
Prosedur call umumnya berkaitan dengan penggunaan stack, penyimpanan para meter yang diterima dalam stack tersebut dan pengalokasian ruang untuk lokal variabel.
namun selain itu ada yang disebut dengan Prosedur Call remote, yang berarti pelaksanaan proses diatas namun pada suatu sistem lain yang berhubungan melalui suatu jaringan. Sistem prosedur remote ini memiliki cara kerja yang sedikit banyak mirip, namun berbeda dengan prosedur call biasa.Tiap prosedur yang dipanggil dalam RPC, maka proses ini harus berkoneksi dengan server remote dengan mengirimkan semua parameter yang dibutuhkan, menunggu balasan dari server dan melakukan proses kemudian selesai. Proses di atas disebut juga dengan stub pada sisi klien. Sedangkan Stub pada sisi server adalah proses menunggu tiap message yang berisi permintaan mengenai prosedur tertentu. Server harus membaca tiap parameter yang diberikan,kemudian memberikan prosedur lokal yang sesuai dengan permintaan dan parameter. Kemudian setelah eksekusi, server harus mengirimkan hasil kepada pihak pemanggil proses.

9.3.Kelebihan RPC
Ø  Relatif mudah digunakan Pemanggilan remote procedure tidak jauh berbeda dibandingkan pemanggilan local procedure. Sehingga pemrogram dapat berkonsentrasi pada software logic, Komunikasi Hal. Sistem Terdistribusi tidak perlu memikirkan low level details seperti socket, marshalling & unmarshalling.
Ø  Robust (Sempurna) Sejak th 1980-an RPC telah banyak digunakan dlm pengembangan mission-critical application yg memerlukan scalability, fault tolerance, & reliability.
9.4.Kekurangan RPC
Ø  Tidak fleksibel terhadap perubahan Static relationship between client & server at run-time.
Ø  Berdasarkan prosedural/structured programming yang sudah ketinggalan jaman dibandingkan OOP.
 
10. ROI (Remote Object Invocation)
Meskipun teknologi RPC ini relatif sudah memberikan kenyamanan bagi developer, tapi perkembangan yang terjadi di bidang pemrograman berorientasi objek akhirnya menuntut kehadiran teknologi baru. ROI merupakan sebuah teknik pemanggilan method remote yang secara umum lebih baik dari pada RPC. ROI ini merupakan teknologi berbasis object yang sudah terbukti bagus untuk pengembangan aplikasi stand alone.
Ada dua istilah dalam remote object  yaitu:
1.Proxy Mirip dengan client stub dalam RPC dimana implementasi interface object sesungguhnya berada di mesin yang lain. Proxy berjalan di address space client.
2.Skeleton Mirip dengan server stub dalam RPC.Implementasi dari ROI sendiri adalah RMI (Remote Method Invocation). RMI merupakan teknologi DS yang memungkinkan sebuah JVM memanggil metode sebuah object yang berjalan di JVM yang lain. RMI memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote method. Dengan dibolehkannya program Java memanggil method padaremote obyek, RMI membuat pengguna dapat mengembangkan aplikasi Java yang terdistribusi pada jaringan. Aplikasi RMI sering terbagi menjadi dua bagian yaitu server dan client. Server mempunyai beberapa remote objects, dan reference nya serta menunggu jika client ingin memanggil remote object tersebut. Sedangkan Client mendapatkan remote refernce untuk satu atau lebih remote object di dalam server, dan kemudian memanggil metode di dalamnya. RMI menyediakan mekanisme sehingga server dan client dapat berkomunikasi dan tukar menukar informasi timbal balik. Aplikasi seperti ini disebut dengan distri buted object application. Aplikasi terdistribusi dengan Java RMI terdiri atas interfaces and classes. Interfaces mendifinisikan methods sedangkan class mengimplementasikan metode yang di definisikan di dalam interfaces Objects (perwujudan dari class) yang mempunyai metode tersebut (yang dapat dipanggil dari jauh) disebut dengan remote objects. Suatu object akan menjadi remote jika mengimplementasikan suatu remote interface, yang mempunyai karakteristik sbb :
1.RMI memperlakukan remote object berbeda dengan yang non-remote object, ketika object tersebut dikirim ke VM yang lain.
2.Selain membuat copy object ke VM penerima, RMI mengirim satu remotes tub untuk satu remote object.
ü  Stub ini beraksi sebagai perwakilan lokal, proxy, untuk remote object tsb, dan untuk  pemanggilnya, remote reference.
ü  Remote reference memanggil metode pada stub lokal, yang bertanggung jawab untuk memanggil ke remote object.
3.Stub (untuk remote object) meng-implements remote interfaces yang remote object juga meng-implements.





























BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
            Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa sistem terdistribusi merupakan sekumpulan prosesor yang tidak saling berbagi memori atau clock dan terhubung melalui jaringan komunikasi yang bervariasi, yaitu melalui Local Area Network atau pun melalui Wide Area Network dan dilengkapi dengan sistem software tedistribusi untuk membentuk fasilitas komputer terintegrasi.
            Sistem terdistribusi dibangun untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai,diantaranya :
Ø  Untuk memberikan akses bagi pengguna untuk dapat mengembangkan sumber daya sistem.
Ø  Peningkatan kecepatan komputasi.
Ø  meningkatkan availibilitas atau ketersediaan dan reliabilitas data.

B.Saran
Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Tuhan Azza Wa’jala hingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti dalam upaya evaluasi diri.








DAFTAR PUSTAKA




September 21, 2013